PDIP Masih Hattrick, PPP Gagal Masuk Senayan

adilnews | 20 March 2024, 14:53 pm | 52 views

Akhirnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah merampungkan rekapitulasi suara pemilihan legislatif (Pileg) 2024. Hasilnya, 9 partai politik gagal menembus ambang batas atau parliamentary threshold (PT) 4 persen, termasuk PPP dan PSI.

Hasil pileg tersebut ditetapkan dalam Keputusan KPU tentang Penetapan Presiden dan Wakil Presiden, DPR RI, DPRD Tahun 2024 pada 20 Maret ini. Perolehan suara Pileg yang diumumkan itu mencakup 38 provinsi dan 128 PPLN. Total surat suara sah keseluruhan sebesar 151.796.630 suara.

Berdasarkan hasil rekapitulasi nasional, PDIP masih menjadi juara, meraih suara sebanyak 25.387.278. Disusul kemudian Partai Golkar dengan mendapat 23.208.654 suara dan Partai Gerindra dengan 20.071.708 suara.

Sialnya ada 9 parpol yang tidak lolos PT. Di antaranya ada PPP yang hanya meraih 5.878.777 suara (3,87%) dan PSI dengan perolehan 4.260.169 suara (2,80%). PSI sebelumnya sempat dicurigai mau dikatrol suaranya supaya masuk PT, tapi ternyata kenaikannya tidak signifikan.

Dalam Pemilu kali ini, PDIP kembali berhasil mencatat hattrick sebagai partai politik pemenang pemilu. PDIP menjadi peraih suara terbanyak sejak Pemilu 2014, 2019, dan 2024.

Sebagaimana diketahui, aturan ambang batas parlemen atau PT 4% diatur dalam Pasal 414 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam regulasi itu disebutkan syarat partai politik lolos parlemen adalah memenuhi ambang batas parlemen yakni minimal 4% suara nasional.

Dalam Pasal 414, disebutkan: “Partai Politik Peserta Pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara paling sedikit 4% (empat persen) dari jumlah suara sah secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi anggota DPR. Seluruh Partai Politik Peserta Pemilu diikutkan dalam penentuan perolehan kursi anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.”

Berdasarkan regulasi itu dan perolehan suara rekapitulasi nasional, PPP dan PSI tidak memenuhi PT 4%. Oleh karena itu kedua partai politik itu tidak bisa lolos masuk ke DPR RI. Berikut ini total perolehan parpol di 38 provinsi:

1. PKB: 16.115.655 suara (10,61%)
2. Partai Gerindra: 20.071.708 suara (13,22%)
3. PDIP: 25.387.278 suara (16,72%)
4. Partai Golkar: 23.208.654 suara (15,28%)
5. Partai NasDem: 14.660.516 suara (9,65%)
6. Partai Buruh: 972.910 suara (0,64%)
7. Partai Gelora: 1.281.991 suara (0,84%)
8. PKS: 12.781.353 suara (8,42%)
9. PKN: 326.800 suara (0,21%)
10. Partai Hanura: 1.094.588 suara (0,72%)
11. Partai Garuda: 406.883 suara (0,26%)
12. PAN: 10.984.003 suara (7,23%)
13. PBB: 484.486 suara (0,31%)
14. Partai Demokrat: 11.283.160 suara (7,43%)
15. PSI: 4.260.169 suara (2,80%)
16. Partai Perindo: 1.955.154 suara (1,28%)
17. PPP: 5.878.777 suara (3,87%)
18. Partai Ummat: 642.545 suara (0,42%)

Mengacu pada UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, partai politik yang gagal meraup sedikitnya 4 persen suara sah nasional seperti PPP tidak dapat mengonversi suaranya menjadi kursi di Senayan. Meski demikian, di atas kertas, masih ada peluang untuk partai politik yang sempat terbelah dualisme kepengurusan itu untuk membalikkan keadaan.

Selain itu, pihak-pihak yang berkeberatan dengan hasil Pemilu 2024 yang ditetapkan oleh KPU RI dapat mengajukan gugatan atau sengketa ke Mahkamah Konstitusi. Jika mereka membawa bukti-bukti yang dianggap cukup ke MK, perolehan suara mungkin saja bisa berubah.

Berita Terkait