Ir. KPH. Adipati, Bagas Pujilaksono Widyakanigara Hamengkunegara, M.Sc., Lic.Eng., Ph.D.
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Seniman/Budayawan Yogyakarta
Saya perhatikan dengan seksama pidato Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG (K), Ph.D soal ijazah alumni UGM, termasuk Jokowi.
Ini link-nya: https://youtu.be/RDwSqzthBAY?si=Ak0VpOqLK5IP2Sw-&sfnsn=wiwspwa
Saya akui. Bagus! Memang seharusnya sikap UGM dari awal begitu.
Unfortunately, di akhir pidato Rektor UGM, ada frasa yang kira-kira begini bunyinya: ….pemanfaatan dan perlindungan ijazah alumni UGM, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemegang ijazah UGM. Bahkan, kalau saya tidak salah, Rektor UGM mengulangnya dua kali.
*Kalau saya yang berpendapat, frasa itu memberi ruang dan mengakomodir kemungkinan adanya pemalsuan ijazah alumni UGM seperti yang disuarakan Rismon dkk. Artinya: ijazah yang dikeluarkan UGM pada saat kelulusan, diduga tidak sama dengan ijazah yang saat ini ada*.
Menurut Ahli Hukum Pidana UGM, sdr. Marcus Priyo Gunarto, kejadian/peristiwa ini disebut memalsukan dokumen. Pidana!
Ini bukan urusannya UGM.
*Saran saya ke Rektor UGM, anda cukup memberikan pernyataan soal ijazah S1 Jokowi dan Jokowi alumni UGM.*
Publik luas sudah terlanjur tidak percaya!
*Menghasta kain sarung*.
Pernyataan yang diulang-ulang, justru berkesan UGM membela Jokowi. Bukan urusannya UGM.
*Saya sendiri dalam kebingungan/keraguan yang luar biasa soal dugaan ketidak-aslian ijazah S1 Jokowi yang saat ini beredar luas, bukan yang pernah dikeluarkan/diterbitkan UGM tertanggal 5 November 1985. Sah-sah saja. Ini negara demokrasi!*
Begundalisme adalah suatu paham yang merampas kebebasan, harga diri dan kehormatan seseorang.
Tuntaskan di pengadilan!
Merdeka!

