Putih Sari Ingatkan Bahaya Tontonan yang Tak Sesuai Dengan Nilai Pancasila

adilnews | 5 June 2024, 15:18 pm | 50 views

BEKASI- Anggota DPR/ MPR RI Drg. Putih Sari mengingatkan kepada masyarakat kabupaten Bekasi agar hati-hati dengan berbagai tontonan yang ada di televisi maupun internet. Sebab ada banyak bentuk penyimpangan yang terjadi di masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang bisa dilihat di TV maupun media sosial. Namun tanpa disadari itu sering ditonton oleh masyarakat kita, termasuk anak-anak muda.

“Untuk itu sebagai orang tua kita mesti mengingatkan pada anak-anak kita tentang tontonan yang tidak pas untuk mereka. Apalagi anak-sekolah sudah pada memiliki gadget dan bebas berselancar di dunia maya. Mereka mesti hati-hati, jangan sampai misalnya menonton film yang menceritakan tentang hubungan sesama jenis, bahkan pernikahan sejenis. Itu jelas tidak sesuai dengan paham kita, Pancasila,’ tandas anggota Fraksi Gerindra ini saat mengadakan acara sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di desa Laban Sari , Kec. Cikarang Timur, Kab. Bekasi.

Lebih lanjut, Putih Sari meminta Kementrian Komunikasi Informasi dan Komisi Penyinaran Indonesia (KPI) untuk lebih menyaring dan mengawasi secara ketat tontonan di televisi, internet dan media sosial. Tontonan film atau konten yang tidak sesuai dengan Pancasila seperti pornografi, kekerasan dan talksick mesti disensor, tidak boleh ditampilkan. Apalagi tontonan tersebut bisa terlihat oleh anak-anak sekolah.

kok

Selain itu, tontonan lain yang dianggap Putih Sari tidak sesuai dengan ideologi Pancasila adalah paham kekerasan atau radikalisme dan komunisme. “Kadang tanpa kita sadari hal-hal seperti itu bisa dilihat oleh anak-anak kita, sehingga menimbulkan fanatisme yang berlebihan. Ingin melakukan sesuatu dengan menghalalkan segala cara. Semua itu tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,’ jelas anggota Komisi IX DPR ini.

Putih Sari juga wanti-wanti agar tidak menganggap masalah tersebut sebagai sesuatu yang sepele. “Kelihatannya sepele tapi ini penting untuk menjaga nilai-nilai Pancasila dan kehidupan kita, masa depan generasi muda kita,’ tutur ibu tiga anak ini.

Di luar masalah tontonan yang membahayakan, Putih Sari juga menyinggung masalah konstitusi kita bergerak mengikuti perkembangan jaman. Tak heran jika UUD 1945 sudah mengalami empat kali perubahan atau amandemen. Menurutnya, ada sejumlah aturan dasar dalam UUD yang diubah karena menyesuaikan perkembangan dan aspirasi rakyat. Salah satunya yang berubah adalah dalam pemilihan presiden dan wakil presiden yang dulu lewat MPR sekarang dipilih secara langsung lewat pemilu.

“Jadi ada kemungkinan UUD 1945 bisa dilakukan amandemen yang kelima, itu semua tergantung dari kebutuhan yang berkembang di masyarakat,” ujarnya. Putih Sari juga berharap Pancasila dan UUD 1945 tetap kita jaga supaya bangsa dan negara Indonesia tetap kokoh berdiri menghadapi tantangan jaman yang terus berubah. (Sang Fajar)

Berita Terkait