Antusiasme Dunia Pendidikan Sambut “Dunia Bersih”

adilnews | 2 March 2024, 12:06 pm | 41 views

Oleh: Fadjar Pratikto, Komunitas Ganjing World Indonesia

“Kindness is Coll, Kebaikan itu Keren” Kalimat tersebut dalam beberapa bulan terakhir ini menggema di sejumlah sekolah di Indonesia. Dengan suka cita para siswa dan guru serentak mengucapkan kalimat itu sambil menunjukan brosur atau banner platform baru yang bernama: Ganjing World, yang artinya: Dunia. Bersih.

Sejak diperkenalkan di Indonesia tahun lalu, perkembangan Ganjing World (GJW) di Tanah Air cukup pesat. Tingkat kunjungan masyarakat kita di platform media sosial seperti Youtube ini terus meningkat. Begitu juga jumlah conten creator dan influencer dari Indonesia juga terus bertambah. Kenyataan itu menunjukan adanya antusiasme dari masyarakat Indonesia  dan prospek perkembangan Ganjing World yang sangat bagus di masa depan.

Pengenalan Ganjing World ke masyarakat Indonesia dilakukan dalam berbagai bentuk. Awalnya Komunitas GJW Indonesia membuka booth di beberapa titik keramaian seperti di stasiun MRT, lokasi Car Free Day, acara bazar, pameran dan sebagainya. Kegiatan itu dilakukan di sejumlah kota seperti di Jakarta, Tangerang Selatan, Cirebon, Bandung, Malang, Semarang, Surabaya, Batam, Pekanbaru, Bali, Medan dan lain-lain. Dari situlah banyak orang yang mengenal, jatuh hati pada GJW dan membuka situs ganjing.com atau mendownload aplikasinya, serta aktif menggunakan platform ini dalam berselancar dan berinteraksi di dunia Maya.

K

Diterima Baik di Sekolah

Secara khusus, Ganjing World dipromosikan di sekolah-sekolah dari dari SD sampai SLTA bahkan sampai univesitas, baik negeri maupun swasta. Para pegiat GJW mendatangi sekolah serta menemui kepala sekolah dan guru untuk bisa memperkenalkan platform baru ini ke anak didiknya. Salah satu daerah yang cukup gencar memperkenalkan adalah kota Batam, Kepulauan Riau.

Komunitas GJW memulai dari audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Batam, selanjutnya bisa mendapatkan jalan untuk memperkenalkan Ganjing World ke lembaga pendidikan dan sekolah-sekolah. Kasdianto, S.Pd, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Batam dan Kepulauan Riau bahkan dengan senang hati merekomendasikan platform ini kepada sekolah-sekolah di wilayahnya karena menganggap penting.

Beberapa sekolah yang sudah menerima GJW antara lain SMP Negeri 12 Batam. GJW disambut hangat oleh kepala sekolah dan jajarannya. Mereka bisa menerimanya sebagai platform alternatif bagi anak didiknya. Akhirnya GJW berhasil disosialisasikan dihadapan sekitar 1.000 siswa yang berkumpul di lapangan sekolah. Selain mendownload aplikasi ini, mereka membuka akun chanel. Sudah banyak siswa yang memanfaatkan GJW.

Dra. Nurmi, MM. Kepala Sekolah SMPN 12 Batam memastikan GJW sangat cocok dengan visi sekolahnya yang mendidik siswa untuk berbudi baik. “Saya suka GanJing World yang mendorong konten-konten yang baik, agar anak-anak tidak lagi ada yang ribut-ribut, tidak ada lagi yang memposting kebencian, sebaliknya menyebarkan hal-hal yang baik terutama di lingkungan sendiri, di lingkungan sekolah dan di masyarakat,” tandas Nurmi.

Masih di Batam, sosialisasi GJW dilakukan juga di SMP Harapan Utama, SMK Kolese Tiara Bangsa dan SMAK Immanuel. Soimah Spd, Kepala SMP Harapan Utama Batam mengatakan Ganjing World sangat baik untuk perkembangan siswa-siswi di sekolahnya karena penggunaan platform ini sangat bermanfaat untuk pembelajaran. “Mudah-mudahan ke depannya kita bisa menggunakan Ganjing World sehingga anak-anak Indonesia bisa terhindar dari hal-hal yang negatif,”’ ujar Soimah.

Hal yang sama disampaikan oleh Tatok Arianto SE, MM., Kepala Sekolah SMAK Immanuel Batam. Ia mengaku mendukung adanya Ganjing World, karena dianggap berisi konten creator yang bersih, bebas dari kekerasan, narkoba, atau hal-hal buruk. “Kebaikan itu adalah segala sesuatu yang bisa kita bagikan, bermanfaat bagi orang lain. Kebaikan itu membuat orang lain senang, bahagia,” tandasnya.

Pembina Organisasi Intra Sekolah (OSIS) SMP Islam Nabilah Batam, Napsiah, S.Pd mengaku para siswanya bisa mendapatkan kegunaan dari GJW. Karena itu dia dengan senang hati mengajak anak didiknya masuk dan menyalurkan kreativitasnya di platform media sosial baru ini. “Mari kita gunakan Ganjing World, karena isinya bagus sekali yang bebas dari konten-konten yang berbahaya, kriminalitas, yang tidak patut dilihat oleh anak-anak kita,” ajaknya.

Selain di Batam, sosialisasi GJW secara gencar juga dilakukan di Bali. Komunitas GJW setempat telah mengadakan sosialisasi di SMA Negeri I Kuta dan  SMA PGRI 2 Denpasar. Dukungan juga diperoleh dari Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Dr. KN. Boy Jayawibawa. Ia mengapresiasi GJW yang bebas dari konten berbahaya seperti kekerasan, pornografi, tindakan kriminal, berita bohong, bullying, dan konten-konten berbahaya lainnya bagi generasi muda.

Di DKI Jakarta, promosi GJW ke sekolah dilakukan di SMA Negeri 80 dan SMP Negeri 221 Sunter, Jakarta Utara. Selain itu di Sekolah Kemurnian Jakarta Barat dan Ekayana Dharma Budhi Bhakti Jakarta Utara. Dengan antusias pimpinan sekolah dan para siswanya menyambut baik platform GJW. Guru sekolah Ekayana Dharma Budhi Bhakti, Asep Abdul Rahman, M.Pd, menilai GJW sebagai platform yang unik dengan keunggulannya. “Para guru dan siswa di GanJing World dapat menikmati manfaat berupa pengalaman media sosial tanpa sensor, yang bisa mendorong kebebasan berekspresi,” ujar Asep.

Tak ketinggalan, GJW juga diperkenalkan di Malang, Jawa Timur.  Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PGRI  yang menaungi sekolah PGRI dari TK sampai SMA & SMK menyambut baik GJW.  Pengenalan GJW juga dilakukan di SD Sukun, SMP Islam Al Amin, dan SMP Maarif.  Ach. Sufyan Wahyudi, S.Pd., Guru SMA PGRI 6 Malang mengakui keunggulan GJW dibanding platform lainnya. Sebagai penggiat literasi, menurutnya, GJW merupakan media literasi dengan nuansa pembawa perdamaian dengan konten-konten yang positif, membawa kebersihan untuk dunia digital dan sangat bermanfaat sebagai media pembelajaran yang interaktif.

Dukungan juga datang dari pemerintah kota Malang. Dodik Teguh Pribadi, M.Pd selaku Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat mengatakan tidak bisa tutup mata atas dampak negatif berbagai media  sosial saat ini yang membawa pengaruh buruk untuk peserta didik. “Gan Jing World merupakan solusi dari masalah ini dan adanya perlindungan privasi yang maksimal sehingga menjadikannya sebagai ruang digital yang aman untuk peserta didik,” jelas Dodik.

Pengenalan Ganjing World juga dilakukan di Medan, Sumatera Utara. Sekolah Chandra Kumala Medan bahkan menjadi salah satu pemenang kontes video #KindnessisCool untuk menyebarkan kebaikan yang diadakan oleh Gan Jing World pada 2023 lalu. Dengan tema “Sharing Joy and Hapiness with Children”, sekolah ini mengundang anak-anak dari panti asuhan untuk berpartisipasi dalam kegiatan lomba seru di sekolahnya. Di luar dugaan mereka bisa memenangkan kontes yamg diikuti oleh para conten creator dari seluruh dunia.

Keberhasilan dalam memperkenalkan GJW secara luas di lembaga pendidikan dan sekolah, menjadi pembelajaran menarik bagi negara lain. Oleh karena itu, Indonesia menjadi salah satu narasumber dalam “International Conference on Teaching and Promoting Kindness in Schools” yang diselenggarakan oleh Ganjing World pusat pada 3 Desember 2023 lalu. Selain Indonesia, negara lain yang mengikuti konferensi ini adalah Taiwan, Hongkong, Amerika, Australia, Kanada da negara Eropa lainnya.

Mendorong Literasi Digital

Di era digital ini, mencari bahan atau materi pelajaran secara online sudah menjadi hal yang biasa dilakukan oleh pelajar. Entah itu untuk tugas belajar, membuat atau sekedar mencari informasi tertentu.   Namun, di sebagian besar situs web dan platform, sering kali ada konten atau iklan yang tidak sesuai untuk pelajar, tetapi mereka muncu begtu saja secara acak dan dapat mengganggu, atau berpengaruh negatif.

Di tengah dunia maya yang seringkali dipenuhi dengan konten negatif, ada secercah harapan dengan kehadiran Gan Jing World (dunia bersih). “Dia bukan hanya sekedar platform media sosial; ini adalah sebuah gerakan menuju ruang digital yang lebih aman, lebih positif, dan lebih bersih. Suatu komitmen untuk masa depan yang lebih baik bagi  dunia, yang menjunjung tinggi moralitas dan nilai-nilai tradisional sambil merangkul teknologi canggih demi kemajuan umat manusia,” ujar Prima, perwakilan Ganjing World di Indonesia.

Disinilah relevansinya, mengapa siswa harus menggunakan Gan Jing World. Menurut Prima, di platformnya tidak ada materi kekerasan atau erotis, baik dalam konten maupun iklan, sehingga membuatnya bersih dan aman digunakan anak-anak sekolah. Hal itu dimungkinkan karena GJW menggunakan alat bantu AI untuk memeriksa apa pun yang tidak sesuai aturan, juga petugas yang mengkurasinya, dan tak ketinggalan ada tombol ‘Laporkan’ untuk setiap konten yang melanggar.

Ganjing World sendiri merupakan perusahaan yang berbasis di New York yang didirikan pada 2022 oleh James Qiu, mantan eksekutif Apple. Saat ini GJW menjadi platform yang sangat inklusif dan ramah pengguna dengan konten multimedia. Tidak seperti kebanyakan media sosial lainnya yang kebanyakan berupa video dan video pendek, di sini ada jug artikel, jajak pendapat, dan tulisan untuk mendukung interaksi dan navigasi pengguna dengan lebih baik.

Sebagai platform baru, GJW tentu belum memiliki konten sebanyak YouTube, terutama di bidang pendidikan. Untuk itu, Komunitas GJW Indonesia berusaha mendorong lebih banyak pendidik dan siswa termasuk untuk bergabung dan mengisi konten pelajaran. Sejauh ini, sejumlah guru dan pelajar di beberapa sekolah di Indonesia sudah memanfaatkan GJW untuk kepentingan dunia pendidikan.

Sebagai contoh, siswa-siswi SMPN 12 Batam telah mengunggah tugas sekolah dari guru berupa film pendek. Mereka juga menyematkan tagar #SMPN12Batam agar kontennya berkumpul menjadi satu, supaya mudah di-search di kolom pencarian. Mereka sangat kreatif, video hasil karya mereka tidak kalah menarik dengan  conten creator profesional. Para gurunya juga sudah mulai memanfaatkan GJW untuk kegiatan belajar-mengajar.

Menurut Guru sekolah Ekayana Dharma Budhi Bhakti Jakarta, Asep Abdul Rahman, GJW memiliki potensi untuk membantu pihak sekolah dan guru dalam proses belajar mengajar di luar lingkungan sekolah. GJW dapat menyediakan platform untuk pembelajaran jarak jauh, kolaborasi antar guru, dan berbagai sumber daya pendidikan yang dapat meningkatkan efektivitas dalam  proses belajar mengajar.

Hal itu tentu sejalan dengan satu program yang saat ini sedang digalakan Ganjing World yakni dukungan literasi digital dengan beragam peralatan konten. Belum lama ini, GJW mengeluarkan Channel Premium Guru dengan fitur community building yakni Multimedia Hashtag. “Disitu guru dan siswa dapat berinteraksi melalui foto, video, shorts, postingan, dan artikel, serta menyematkan hashtag agar berkumpul menjadi satu,” jelas Prima.

Salah satu insentif bagi Guru yang ditawarkan adalah pendidik dapat memiliki akun channel premium secara gratis jika mereka mendaftar sekarang! Dengan demikian, lanjut Prima, guru bisa membuat channelnya sendiri untuk menampilkan video pengajaran, memposting tulisan, membuat album, mengadakan poling (jajak pendapat), dan dengan fitur Livestream dapat menyiarkan kelas online atau acara sekolah secara live. Video siaran langsung tersebut dapat disimpan di daftar putar di channel guru sehingga mudah diakses jika berhalangan masuk sekolah atau ketika mereka perlu mengulang pelajaran.

‘Selain itu, Fitur Message Board akan memfasilitasi komunikasi antara guru dan siswa, guru dan orang tua murid, memudahkan guru menyematkan materi baru, informasi acara sekolah/kampus atau pengumuman kelas,” jelas Prima.

Lewat Ganjing Campus ini, lanjut Prima, para guru atau dosen bisa mengembangankan literasi digital secara profesional. Juga bisa mengadakan pelatihan, lokakarya, seminar pakar, kolaborasi sekolah internasional, dan peluang networking antar guru. Ada juga kindness event toolkit dengan berbagai materi untuk membuat acara mempromosikan kebaikan di sekolah dan kampus dengan beragam tips dan ide kegiatan.*****

Berita Terkait