Warung Madura Ancaman Baru Bagi Minimarket

adilnews | 27 April 2024, 09:44 am | 59 views

Keberadaan warung klontong Madura yang buka 24 jam ternyata menjadi masalah di Bali. Kini jam operasional warung sembako itu sudah dibatasi di sejumlah daerah di provinsi itu. Ada indikasi kekuatiran para pengusaha minimarket terhadap perkembangan warung Madura yang tersebar dimana-mana.

Masalah waktu operasional warung Madura pun tak luput dari perhatian Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Arif Rahman Hakim meminta warung Madura mengikuti aturan jam operasional yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.

“Kalau ada regulasi terkait jam kerja (jam operasional), tentu kami minta untuk dipatuhi,” jelas Arif di Badung, Bali pada 24 April 2024. Namun Arif enggan berkomentar terkait persaingan antara minimarket dengan warung Madura. Ia ingin mengecek lebih dulu terkait peristiwa tersebut. Namun, dia berharap ada persaingan yang sehat dan setara antara para pelaku usaha itu.

Sebelumnya, warung Madura di Denpasar dan Klungkung, Bali, tengah menjadi sorotan karena buka 24 jam. Lurah Penatih, I Wayan Murda, meminta warung Madura di wilayahnya tidak buka selama 24 jam. Apalagi, pengelola warung tersebut sering berganti-ganti pegawai yang mengakibatkan pergantian administrasi kependudukan tidak terdata.

Fakta Warung Madura
Dalam beberapa tahun ini, warung Madura bermunculan dimana-mana. Tidak hanya di kota besar, keberadaanya bahkan sampai ke pelosok-pelosok desa. Bak minimarket, warung Madura menjual bahan pokok dan beragam barang kebutuhan sehari-hari. Warung itu juga memiliki ciri khas dengan menjual bahan bakar minyak (BBM) eceran ber-tagline Pertamini.

Warung Madura muncul pertama kali di Jakarta sekitar akhir FC tahun 1990-an hingga awal 2000-an. Sesuai dengan nama, para pemilik warung kala itu berasal dari Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Dari Pulau Madura, mereka merantau ke Jakarta, khususnya ke daerah Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, warung kelontong tidak hanya Warung Madura. Ada juga Warung Kuningan yang pemiliknya berasal dari Kuningan Jawa Barat dan juga Warung Ucok atau Warung Batak. Agar menonjol di antara warung kelontong, Warung Madura memiliki beberapa ciri khas.

Keunggulan warung Madura selama ini adalah buka nonstop 24 jam. Tak kala warung sejenis tutup di tengah malam hingga subuh, warung Madura tetap melayani pembeli. Masalah waktu operasional inilah yang dikeluhkan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Klungkung Dewa Putu Suwarbawa. Menurutnya, Gumi Seromboton, julukan Klungkung, memiliki Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan. Aturan itu mengatur jam operasional toko.

Selain itu, Suwarbawa mengaku pihaknya juga mendapat keluhan dari pengusaha minimarket terkait warung Madura yang buka 24 jam. Untuk itu, Satpol PP segera turun ke lapangan mengecek beroperasinya warung Madura yang dianggap melanggar aturan tersebut. “Nanti turun cek penduduk pendatang, sekalian turun bersama perizinan, memastikan usaha yang dijalankan berizin,” tegas Suwarbawa.

Fakta unik lainnya dari warung Madura ini adalah pemiliknya yang biasanya sekaligus sebagai penjaga warung memang bersuku Madura. Selain itu, sistem atau cara pengelolaan Warung Madura seragam. Mereka saling bekerja sama untuk mendapatkan barang dagangan, sistem penggajian, dan sistem merekrut pegawai. Ciri khas terakhir adalah hampir semua pegawai Warung Madura adalah orang Madura. Mereka bisa berasal dari keluarga, teman, atau tetangga si pemilik.

Seiring berjalannya waktu, Warung Madura bisa jadi akan terus berkembang. Tidak menutup kemungkinan model usaha Warung Madura akan semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Khususnya, mereka yang menyukai harga murah dan ingin belanja dekat rumah apalagi buka 24 jam.

Keberadaan dan keunggulan warung Madura yang tersebar dimana-mana hampir di seluruh Indonesia, justru menjadi ancaman tersendiri bagi minimarket, seperti Indomaret dan Alfamart. Walaupun warung Madura tidak sebesar minimarket yang eksis terlebih dahulu, tapi lengkapnya barang dagangan yang disediakan termasuk menjual BBM telah menggerus pasar mereka. Tak heran jika pembatasan waktu operasional Warung Madura diduga ada unsur persaingan dengan minimarket setempat. (Rismawati)

Berita Terkait