Dari Rakernas PDIP, Kader Bateng Tidak Goyang-Goyang

adilnews | 25 May 2024, 00:00 am | 71 views

JAKARTA- Saat ini partai pemenang Pemilu, PDI Perjuangan sedang menggelar Rakernas di Beach City Internasional Stadium (BCIS), Jakarta pada 24-26 Mei 2024. Dalam pembukaan Rakernas, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berbicara soal karakteristik kader partainya yakni memiliki kesetiaan yang kuat. Ia mengatakan kader PDIP adalah seseorang yang memiliki prinsip dan komitmen yang kuat. Dan tidak mudah tergoda oleh apa pun.

“Makanya orang mestinya seneng sama PDI Perjuangan. Tapi pada kenyataannya susah karena orang-orang yang di PDI Perjuangan adalah orang yang mantap, tidak goyang-goyang,” kata Megawati dalam sambutannya.

Sikap politik PDIP menjadi perbincangan usai pemilu 2024 karena partai berlambang moncong putih itu ‘ditinggalkan’ oleh Presiden Joko Widodo dan anaknya Gibran Rakabuming Raka. Jokowi yang memuluskan jalan bagi Prabowo Subianto untuk memenangkan Pilpres 2024 dianggap berkhianat karena tak sejalan dengan keputusan partai itu. Gibran malah menjadi cawapres dari Prabowo yang sebentar lagi akan dilantik menjadi Presiden RI periode 2024-2029.

Pernyataan Megawati direspon oleh kader Bateng, Ganjar Pranowo yang hadir dalam Rakernas tersebut. Ganjar menyebut, pernyataan Ketum partainya tidak spesifik ditujukan kepada seseorang, termasuk menyindir Presiden Jokowi. “Enggak (bukan sindir Jokowi), maksudnya kader secara keseluruhan kan, kader itu mesti tegak dan lurus begitu. Gak boleh ke kiri, ke kanan,” tandas Ganjar di arena Rakernas PDIP, Jumat (24/5).

Lebih lanjut Ganjar mengatakan, Megawati hanya mengevaluasi pemilu 2024. Eks capres dari PDIP ini meminta publik bersabar menunggu sikap partainya ke apakah akan di dalam pemerintahan atau luar.

“Dan Ibu mengevaluasi proses Pemilunya itu. Kalau mau lihat apa sikap PDIP, dengarkan pidato ibu tadi. Kalau itu gak perlu pake analisis itu, udah jelas banget apa yang terjadi,” ujarnya.

Sebelumnya Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat menjelaskan alasan tak diundangnya Presiden Jokowi dan Gibran ke acara Rakernas V PDIP. Drajot mengatakan Rakernas PDIP hanya untuk kader partai yang setia kepada konstitusi.

“PDIP itu satu partai ideologis di mana Ibu Megawati Ketum selalu kokoh berdiri untuk menyuarakan kebenaran, untuk melaksanakan konstitusi dan ideologi itulah yang digembleng oleh beliau kepada seluruh kader-kadernya,”tandas Djarot dalam acara Rakernas itu.

Menurut Djarot, apabila ada di antara anggota partai yang melanggar konstitusi, melanggar etika dan moral, maka dia sudah bukan menjadi bagian dari keluarga besar PDIP. Baginya, pihak-pihak yang melanggar etika telah bertentangan dengan AD/ART partai. Selain itu, bahkan bertentangan dengan konstitusi negara.

“Oleh sebab itu, yang diundang adalah ini adalah untuk internal partai, yang diundang adalah sahabat-sahabat, para cendekiawan, para akademisi, para civil society, budayawan, masyarakat, prodemokrasi yang betul-betul berjuang untuk menegakkan demokrasi yang jujur, adil, yang konstitusional, yang bermartabat,” kata Djarot.

Menanggapi pernyataan Megawati, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menyebut bukan ranah Presiden Jokowi untuk mengomentari masalah itu. Sebab, pernyataan tersebut ditujukan untuk kalangan internal PDIP.
“Presiden Jokowi tidak dalam posisi menanggapi pidato Ketum PDIP, karena Rakernas adalah agenda internal dan pidato itu ditujukan untuk kalangan internal PDIP,” jelas Dwi seperti dikutip merdeka.com, Jumat (24/5). (Risma)

Berita Terkait