Suara Kecil, Caleg ini Ambil Kembali Bantuan Semen di Masjid

adilnews | 6 March 2024, 13:51 pm | 60 views

Ada-ada saja ulah calon legislatif yang gagal dalam Pemilu 2024. Salah satunya yang dilakukan oleh caleg DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTB 7 Lombok Tengah, Baiq Sri Ratna Puspa Riani.

Tanpa rasa malu, caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengambil kembali bantuan semen yang sudah diberikannya untuk masjid. Bantuan itu diambil lagi gegara suara yang diraupnya di daerah itu tak signifikan. Di TPS yang terdekat dari masjid itu, dia hanya mendapat 3 suara.

Peristiwa penarikan bantuan semen itu terjadi di masjid yang berlokasi di Dusun Selebung 1, Desa Selebung, Lombok Tengah pada 19 Februari lalu, dan sempat diunggah akun Facebook @Haries Haris. Peristiwa ini pun sontak viral di dunia maya.

Diketahui, tim sukses (timses) caleg ini mengambil kembali bantuan semen sebanyak 30 sak. Dalam video tersebut, tampak dua orang timses caleg PKS mengangkut kembali bantuan semen yang telah berada di masjid menggunakan mobil pick up berwarna hitam.

Atas ulah caleg gagal ini, Kepala Desa Selebung Agus Kusuma Hadi membenarkan peristiwa itu. Agus menyayangkan penarikan bantuan tersebut. Semestinya sumbangan ke masjid diberikan secara ikhlas tanpa mengharapkan apa pun. Apalagi untuk kepentingan politik praktis.

“Pesan saya, kalau ada komitmen untuk saling pilih, maka saya imbau kepada masyarakat agar tidak suka menjanjikan suara,” jelas Agus Kusuma seperti dikutip detikBali pada 20 Februari 2024.

“Ini kan setiap kali pem iniilu seperti ini terjadi terus. Kalau bisa caleg yang memberi ikhlas dan warga yang sudah komitmen atau berjanji harus melaksanakan tugasnya untuk memberikan suara,” ujar Agus.

Belakangan Baiq Sri Ratna buka suara. Menurutnya, tim suksesnya mengambil kembali bantuan semen tersebut usai warga setempat menghubungi mereka yang meminta agar bantuan semen tersebut dikembalikan karena suaranya di TPS setempat rendah.

“Jadi bukan caleg yang ambil, tim sukses. Karena memang awalnya mereka (warga) sendiri yang mau mengembalikan. Mereka sendiri pengurusnya yang telepon untuk mengembalikan,” kata Baiq Ratna dilansir detikBali pada 22 Februari lalu.

Menurutnya ada kesepakatan pengurus masjid dan masyarakat setempat agar bantuan semen tersebut dikembalikan. Nsmun timsesnya menghentikan pengambilan kembali sak semen tersebut karena banyak warga yang menonton sehingga tak ingin memicu kegaduhan.

Meski Baiq Ratna mengaku dirinya hanya memperoleh tiga suara di TPS itu, ia mengaku legawa dan ikhlas menyumbangkan semen ke masjid.

Semoga penjelasan caleg gagal ini benar adanya. Namun demikian, kasus ini bisa menjadi pelajaran yang berharga buat masyarakat agar hati-hati dengan bantuan yang diberikan oleh caleg yang berkontestasi di pemilu, karena kalau gagal resikonya bantuan bisa diambil kembali.

Berita Terkait